Jumat, 11 Maret 2016

PSIKOTERAPI dan PSIKOANALISA



Istilah “psikoterapi”, berasal dari dua kata, yaitu “psiko” dan “terapi”.
“Psiko” artinya kejiwaan atau mental dan “terapi” adalah penyembuhan atau usada.
Jadi kalau dibahasa Indonesiakan psikoterapi dapat disebut usada jiwa atau usada
mental. Istilah psikoterapi (psychotherapy), mempunyai pengertian yang cukup
banyak dan kabur, terutama karena istilah tersebut digunakan dalam berbagai
bidang operasional ilmu empiris seperti psikiatri, psikologi, bimbingan dan
penyuluhan (guidance and counseling), kerja sosial (case work), pendidikan dan
ilmu Agama.
Psikoterapi melibatkan konseling untuk mengobati gangguan emosional dan mental. Psikoterapis mendorong pasien untuk berbicara tentang konflik mereka. Seringkali mereka membantu pasien mereka memperoleh wawasan tetang bagaimana masalah mereka muncul. Secara umum, psikoterapi berfokus pada mengubah pola menyedihkan dari pikiran, emosi, dan perilaku.
 

Psikoterapi adalah praktik modern, sedangkan konseling psikologis merupakan tradisi kuno. Dalam banyak budaya kuno, orang meminta bantuan tokoh agama dan orang lain untuk menyelesaikan masalah mereka.
Menururt Corsini :
Proses interaksi formal 2 pihak (2 orang/lebih), bertujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distres) pada salah 1 pihak karena tidak berfungsinya / ketidakmampuan pada fungsi kognitif, afeksi atau perilaku, dengan terapis berusaha mengembangkan memelihara atau mengubahnya dengan menggunakan metode2 sesuai pengetahuan & skill, serta bersifat profesional & legal.
Tujuan psikoterapi : menurut Korchin
1.                  memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar
2.                  mengurangi tekanan emosional
3.                  mengembangkan potensi klien
4.                  mengubah kebiasaan
5.                  memodifikasi struktur kognisi
6.                  memperoleh pengetahuan tentang diri
7.                  mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan  interpersonal
8.                  meningkatkan kemampuan mengambil keputusan
9.                  mengubah kondisi fisik
10.              mengubah kesadaran diri
11.              mengubah lingkungan sosial
 

Unsur psikoterapi : Menurut Masserman (1984) ada tujuh “parameter pengaruh” yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, yaitu:
  1. Peran sosial (martabat) psikoterapis
  2. Hubungan (persekutuan terapeutik)
  3. Hak
  4. Retrospreksi
  5. Re-edukasi
  6. Rehabilitasi
  7. Resosialisasi dan rekapitulasi
Unsur-unsur psikoterapeutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi.

Perbedaan psikoterapi dan konseling : Perbedaan


Konseling

Psikoterapi
< intensif
> intensif
preventif
Kuratif / reapartif
Fokus : edukasi, vocational, perkembangan
Fokus : remedial
Setting : sekolah, industri, social work,
Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
Jumlah intervensi <
Jumlah intervensi >
supportive
rekonstructive
Penekanan “normal”
/ masalah ringan
Penekanan “disfungsi” / masalah berat
Short term
Long term


Pendekatan psikoterapi terhadap mental illness menurut J.P. Chaplin, yaitu:
  1. Biological
    Meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat. Menurut Dr. John Grey, Psikiater Amerika (1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin.
  2. Psychological
    Meliputi suatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.
  3. Sosiological
    Meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan masalah keluarga. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh proses-proses sosialisasi yang berlatarbelakangkan kondisi sosio-budaya tertentu.
  4. Philosophic
    Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yakni menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.
Konsep Dasar Psikoanalisa :
a. Struktur Kepribadian
Menurut Freud struktur kepribadian terdiri dari tiga sistem: id, ego
dan super ego. Ketiganya adalah nama bagi proses-proses psikologis. Id
adalah komponen biologis, ego adalah komponen psikologis, sedangkan
super ego merupakan komponen sosial.
b. Pandangan tentang Sifat Manusia
Pandangan Freudian tentang sifat manusia pada dasarnya pesimistik,
deterministik, mekanistik dan reduksionistik. Menurut Freud manusia
dideterminasi oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivasi-motivasi tidak
sadar, kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis, dan naluriah,
dan oleh peristiwa-peristiwa psikoseksual yang terjadi selama lima tahun
pertama dari kehidupan.
c. Kesadaran dan Ketidaksadaran
d. Perkembangan Kepribadian
Freud secara membagi tingkat-tingkat perkembangan seseorang
kedalam beberapa fase. Tingkat-tingkat perkembangan itu erat sekali
hubungannya dengan perkembangan kehidupan seksuil dan karenanya
disebut sebagai psychosexual development. Psychosexual development
meliputi tiga fase yaitu, fase oral, fase anal, fase genital.

TEKNIK TERAPI PSIKOANALISA :
1) Metode asosiasi bebas, menuntut pasien mengatakan segala sesuatu yang
muncul dalam kesadarannya.
2) Metode analisis mimpi. Metode ini bukanlah suatu metode yang terpisah
dari metode asosiasi bebas; analisis itu merupakan konsekuensi wajar
dari instruksi kepada para pasien agar pasien berbicara tentang segala
sesuatu yang muncul dalam kesadarannya.
3) Penafsiran adalah suatu prosedur dasar dalam menganalisis asosiasiasosiasi
bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, dan transferensitransferensi.
Prosedurnya terdiri atas tindakan-tindakan anak yang
menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna
tingkah laku yang dimanifestasikan oleh mimpi-mimpi, asosiasi bebas,
resistensi-resistensi, dan oleh hubungan terapeutik itu sendiri.
4) Metode analisis dan penafsiran resistensi. Resistensi adalah sesuatu yang
melawan kelangsungan terapi dan mencegah klien mengemukakan
bahan yang tak disadari.
5) Metode Analisis dan penafsiran transferensi. Tranferensi
mengejawantahkan dirinya dalam proses terapeutik ketika “urusan yang
tidak selesai” di masa lampau klien dan orang-orang yang berpengaruh
menyebabkan dia mendistorsi masa sekarang dan bereaksi terhadap
analis sebagaimana dia bereaksi terhadap ibu artau ayahnya.

Sumber :
M.A. Subandi, (et.al)., Psikoterapi Pendekatan Konvensional dan Kontemporer, Pustaka
Pelajar Offset, Yogyakarta, 2002, hlm. 1-2
Singgih D. Gunarsa, Konseling dan Psikoterapi, Gunung Mulia, Jakarta, 1992, hlm. 154-155
Singgih D. Gunarsa, Pengantar Psikologi, Mutiara, Jakarta, 1983, cet. II, hlm. 61
Gerald Corey, Theory and Practice of Counseling and Psychoterapy, diterjemahkan oleh
E.Koeswara dengan judul Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi, PT Refika Aditama, Bandung,
2003, cet. IV, hlm. 14
Singgih D Gunarsa, op. cit., hlm. 64
Gerald Corey, op. cit,. hlm. 15-16
 Ibid., hlm. 62
Ibid., hlm. 65-66
  Daniel Goleman, Kathleen Riordan Speeth, The Essential Psychotherapies dengan judul
Esensial Psikoterapi: Terapi dan Praktek Para Ahli, Dahara Prize, Semarang, 1993, hlm. 13
 
Calvin S Hall, Gardner Lindzey, Theories of Personality I diterjemahkan oleh Yustinus,
dengan judul, Teori-teori Psikodinamik (Klinis), Kanisius, Yogyakarta, 1993, hlm. 100
Ibid., hlm. 101
 
Gerald Corey, op. cit.,hlm. 42 
 Ibid., hlm. 43


Minggu, 03 Januari 2016

Model Pengolahan Informasi

Model Pengolahan Informasi ; rational, limited capacity, expert, dan cybermatic.
Model-model Pengolahan Informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya. Model Pengolahan informasi berorientasi pada :
a.       Proses Kognitif
b.      Pemahaman Dunia
c.       Pemecahan Masalah
d.      Berpikir Induktif
    Model interaktif manajemen.
1.      Confidence
Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
2.      Immediacy
Ini adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan
3.      Interaction management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan
4.      Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
5.      Other-orientation
Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.
 
 

Komunikasi Interpersonal Efektif dalam Organisasi

Menurut Afriyadi, (2015), Komunikasi interpersonal yang efektif adalah penting bagi anggota organisasi yang diharapkan dapat membawa hasil pertukaran informasi dan saling pengertian (mutual understanding).
Komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi yang mencakup componential & situational, yaitu, komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi, baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication).
1.        Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2.        Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.
 
 
Sumber: Afriyadi, Ferry. (2015). Efektivitas Komunikasi Interpersonal Antara Atasan Dan Bawahan Karyawan PT. Borneo Enterpresindo Samarinda. Ejournal ilmu komunikasi,3(1). 362-376.
 

Selasa, 29 Desember 2015

Komunikasi dalam Manajemen

  Pengertian Komunikasi Secara Umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Pengertian Komunikasi menurut definisi James A.F.Stoner adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. Sedangkan menurut definisi Prof. Drs. H.A.W. Widjaya yang mengatakan bahwa pengertian komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok.

Proses Komunikasi dan Unsur Komunikasi

Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yakni secara primer dan secara sekunder.
  • 1.  Proses Komunikasi secara primer
    Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media.
  • 2.  Proses Komunikasi secara Sekunder
    Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. 
 Hambatan Komunikasi
O’shannessy & Minett (1999) mengidentifikasi jenis gangguan yang mengubah pesan yaitu:
  1. Selektif mendengarkan 
  2. Jumping kesimpulan 
  3. Inkonsistensi dalam pengiriman pesan 
  4. Perbedaan budaya 
  5. Kurang percaya diri 
  6. Hambatan fisik 
  7. Kekurangan waktu 
  8. Kecepatan pemikiran manusia 
  9. Ketidaksabaran 
  10. Prasangka 
  11. Kebiasaan buruk 

Hayward (1998) mengkasifikasikan hambatan komunikasi menjadi tiga yaitu;
  • Hambatan informational, disebabkan oleh informasi yang tidak tepat dan bahasa yang tidak cocok, pengirim terlalu cepat berbicara, penrima kurang waktu untuk menafsirkan makna pesan dan kurangnya penjelasan 
  • Hambatan attitudial, dikarenakan pengirim atau penerima pesan memiliki kayakinan, prilaku dan peniruan yang negatif. Hal-hal yang menyebabkan hambatan komunikasi ini adalah; tidak suka kepribadian orang lain, sikap seksis, sikap rasis, keangkuhan, persaingan antar personal, pribadi ekstrim dan resistensi terhadap pesan karena penerima pesan tidak mendukung tujuan pesan. 
  • Hambatan lingkungan; kebisingan atau kegaduhan lingkungan disekitar. 

Leonard R.S dan George Strauss sebagaimana dikutip oleh Herujito (2001), menyatakan ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif yaitu: 
  1. Mendengar, biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar, meskipun banyak yang kita dengar di sekeliling kita. 
  2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui 
  3. Menilai sumber, kita cenderung melihat siapa yang membawa pesan.
  4. Persepsi berbeda, persepsi yang berbeda anatar pengirim dan penerima akan dapat menimbulkan masalah.
  5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda
  6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten, gerak-gerik pada saat komunikasi
  7. Pengaruh emosi
  8. Gangguan, suara bising dan jarak yang jauh saat komunikasi
sumber: http://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-komunikasi-tujuan-fungsi-manfaatnya.html#
http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-komunikasi.html
http://www.sandywarman.com/2015/08/uraian-hambatan-hambatan-komunikasi.html

Minggu, 22 November 2015

Mengendalikan Fungsi Manajemen dan Kekuasaan serta Pengaruh

A. Mengendalikan fungsi manajemen
Pengertian Controlling adalah serangkaian proses pengamatan terhadap pengamatan yang dilakukan, serta menilai apakah kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai rencana atau tidak.

Langkah-langkah kontrol
Dalam proses pengendalian (kontrol) dibutuhkan langkah-langkah seperti berikut ini :
1. Menentukan standar-standar yang akan digunakan menjadi dasar pengendalian.
2. Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai.
3. Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar dan menentukan penyimpangan bila ada.
4. Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana.

Tipe-tipe kontrol dalam manajemen:
Ada 4 tipe kontrol dalam pengendalian manajemen, yaitu :
1.   Pengendalian dari dalam organisasi (kontrol internal)
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh oleh aparat/unit pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu sendiri (dalam satu atap). Aparat/unit pengendalian ini bertugas mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pimpinan dapat mengambil suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya (internal control), misalnya unit kerja Inspektorat Jenderal sebagai unit pengawasan di tingkat departemen.
2.   Pengendalian luar organisasi (kontrol eksternal)
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh Aparat/Unit Pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen (lembaga pemerintah lainnya) atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan/pengendalian terhadap organisasinya. Misalnya Konsultan Pengawas, Akuntan swasta dan sebagainya.
3.   Pengendalian preventif
Adalah pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan. Maksud pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan.
4.   Pengendalian represif
Adalah pengendalian yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan pekerjaan. Maksud dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari yang telah direncanakan (dalam pengendalian anggaran disebut post- audit).
Membuat strategi dalam kontroling :
Dalam proses pengendalian manajemen yang baik sebaiknya formal, akan tetapi sifat pengendalian informal pun masih banyak digunakan untuk proses manajemen. Pengendalian manajemen formal merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan antara satu dengan lain, terdiri dari proses :
1.Pemrograman (Programming)
Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang akan dilaksanakan dan memperkirakansumber daya yang akan alokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.
2.Penganggaran (Budgeting)
Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci, dinyatakan dalam satu moneteruntuk suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggarananggaran dari pusat pertanggungjawaban.
3.Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting)
Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut digolongkan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan pusat-pusat tanggungjawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar untuk pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur kinerja para manajer.
4.Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)
Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat dikumpulkan. 
B.  KEKUASAAN DAN PENGARUH
Pengertian Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002).
Sumber – sumber Kekuasaan
1.   Sumber kekuasaan antar individu (interpersonal sources of power).
·       Kekuasaan Formal (Formal Power) adalah kekuasaan yang didasarkan pada posisi individual dalam suatu organisasi.
·       Kekuasaan Personal (Personal Power) adalah kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik yang dimiliki seorang individu.
2.     Sumber kekuasaan struktural (structural sources of power). Kekuasaan ini juga dikenal dengan istilah inter-group atau inter-departmental power yang merupa-kan sumber kekuasaan kelompok.

Definisi Pengaruh:

  WIRYANTO
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi
 
  M. SUYANTO (AMIKOM YOGYAKARTA)
Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu
 
  UWE BECKER
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang - berbeda dengan kekuasaan - tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan
(involed is formatif vermogen dat - in tegens telling tot macht - niet direct verbonden is met strijd en de doorzetting van belangen
 
  NORMAN BARRY
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya
(influence is a type of power in that a person who is influenced to act in a certain way may be said to be caused so to act, even though an overt threat of santions will not be the motivating force)
 
 
Pengaruh taktik organisasi
Untuk memahami komponen politik dari organisasi, mengkaji taktik dan strategi yang digunakan oleh seseorang atau subunit untuk meningkatkan peluangnya dalam memenangkan permainan politik, individu atau subunit dapat menggunakan beberapa taktik poltik untuk memperoleh kekuasaan dalam mencapai tujuan. Taktik memainkan politik dalam organisasi adalah sebagai berikut:
Meningkatkan ketidakmampuan mengganti. Jika dalam suatu organisasi hanya ada satu-satunya orang atau subunit yang mampu melakukan tugas  yang dibutuhkan oleh subunit atau organisasi, maka ia atau subunit tersebut dikatakan sebagai memiliki ketidakmampuan mengganti.
Dekat dengan manajer yang berkuasa. Cara lain untuk memperoleh kekuasaan adalah dengan mengadakan pendekatan dengan manajer yang sedang berkuasa.
Membangun koalisi. Melakukan koalisi dengan individu atau subunit lain yang memiliki kepentingan yang berbeda merupakan taktik politik yang dipakai oleh manajer untuk memperoleh kekuasaan untuk mengatasi konflik sesuai dengan keinginanya.
Mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dua taktik untuk mengendalikan proses pengambilan keputusan agar penggunaan kekuasaan nampaknya memiliki legitimasi dan sesuai dengan kepentingan organisasi yaitu mengendalikan agenda dan menghadirkan ahli dari luar.
Menyalahkan atau menyerang pihak lain. Manajer biasanya melakukan ini jika ada sesuatu yang tidak beres atau mereka tidak dapat menerima kegagalannya dengan cara menyalahkan pihak lain yang mereka anggap sebagai pesaingnya.
Memanipulasi informasi. Taktik lain yang sering dilakukan adalah manipulasi informasi. Manajer menahan informasi, menyampaikan informasi kepada pihak lain secara selektif, mengubah informasi untuk melindungi dirinya.
Menciptakan dan menjaga image yang baik. Taktik positif yang sering dilakukan adalah menjaga citra yang baik dalam organisasi tersebut. Hal ini meliputi penampilan yang baik, sopan, berinteraksi dan menjaga hubungan baik dengan semua orang, menciptakan kesan bahwa mereka dekat dengan orang-orang penting dan hal yang sejenisnya.
Selain itu sejumlah studi telah mengidentifikasi kategori perilaku mempengaruhi yang proaktif yang disebut sebagai taktik mempengaruhi, antara lain :
  • Persuasi Rasional:
Pemimpin menggunakan argumentasi logis dan bukti faktual untuk mempersuasi pengikut   bahwa suatu usulan adalah masuk akal dan kemungkinan dapat mencapai sasaran.
  • Permintaan Inspirasional:
Pemimpin membuat usulan yang membangkitkan entusiasme pada pengikut dengan menunjuk pada nilai-nilai, ide dan aspirasi pengikut atau dengan meningkatkan rasa percaya diri dari pengikut.
  • Konsultasi:
Pemimpin mengajak partisipasi pengikut dalam merencanakan sasaran, aktivitas atau perubahan yang untuk itu diperlukan dukungan dan bantuan pengikut atau pemimpin bersedia memodifikasi usulan untuk menanggapi perhatian dan saran dari pengikut.
  • Menjilat:
Pemimpin menggunakan pujian, rayuan, perilaku ramah-tamah, atau perilaku yang membantu agar pengikut berada dalam keadaan yang menyenangkan atau mempunyai pikiran yang menguntungkan pemimpin tersebut sebelum meminta sesuatu.
  • Permintaan Pribadi:
Pemimpin menggunakan perasaan pengikut mengenai kesetiaan dan persahabatan terhadap dirinya ketika meminta sesuatu.
  • Pertukaran:
Pemimpin menawarkan suatu pertukaran budi baik, memberi indikasi kesediaan untuk membalasnya pada suatu saat nanti, atau menjanjikan bagian dari manfaat bila pengikut membantu pencapaian tugas.
  • Taktik Koalisi:
Pemimpin mencari bantuan dari orang lain untuk mempersuasi pengikut agar melakukan sesuatu atau menggunakan dukungan orang lain sebagai suatu alasan bagi pengikut untuk juga menyetujuinya.
  • Taktik Mengesahkan:
Pemimpin mencoba untuk menetapkan validitas permintaan dengan menyatakan kewenangan atau hak untuk membuatnya atau dengan membuktikan bahwa hal itu adalah konsisten dengan kebijakan, peraturan, praktik atau tradisi organisasi.
  • Menekan:
Pemimpin menggunakan permintaan, ancaman, seringnya pemeriksaan, atau peringatan-peringatan terus menerus untuk mempengaruhi pengikut melakukan apa yang diinginkan.
Pilihan mengenai perilaku mempengaruhi tergantung pada position power dan personal power yang dimiliki pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya pada situasi tertentu. Perilaku mempengaruhi seorang pemimpin secara langsung mempengaruhi sikap dan perilaku orang yang dipimpin baik berupa komitmen, kepatuhan maupun perlawanan. Hasil dari proses mempengaruhi, juga mempunyai efek umpan balik terhadap perilaku pemimpin.Selain itu, dampak kekuasaan pemimpin pada dasarnya tergantung pada apa yang dilakukan pemimpin dalam mempengaruhi orang yang dipimpin.Dengan demikian, hasil dari usaha mempengaruhi merupakan akumulasi dari keterampilan mempengaruhi, perilaku mempengaruhi, dan kekuasaan pemimpin.


Sumber :

Stoner, J.A.F., Sitrait, A. (1993). Manajemen. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Stoner, J.A.F., Freeman, R.E., Gilbert Jr, D.R., (1995). Manajemen: jilid I. Jakarta: Prenhallindo.
Hasibuan, M. S. P. (2008) Manajemen Sumber Daya Manusia. Sinar Grafika Offset : Jakarta

Thoha, Miftah. 2003. Kepemimpinan dalam Suatu Manajemen: Suatu Pendekatan Perilaku. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Winardi. 1990. Kepemimpinan dalam Manajemen. Bandung: Rineka Cipta.